Senin, 23 Februari 2015

Bahaya hutang yang tidak dibayar


​Banyak kita jumpai orang yang berhutang sulit sekali untuk membayar hutang, menyepelekan membayar hutang padahal dia mampu membayarnya. Mereka menyangka bahwa tidak membayar hutang itu masalah kecil, padahal urusan tidak membayar hutang adalah urusan besar di dunia apalagi di akhirat.

1. Disulitkan rizqinya

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa meminjam harta manusia dan dia ingin membayarnya, maka Allah akan membayarkannya. Barang siapa yang meminjamnya dan dia tidak ingin membayarnya, maka Allah akan menghilangkan harta tersebut darinya." (HR Al-Bukhaari

2. Dosa Hutang Tidak Akan Terampuni Walaupun Mati Syahid

Rasulullahshallallahu 'alaihi wa sallambersabda, "Semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali hutang."(HR. Muslim).

3. Hutang Dibayar dg Kebaikan, Kalau Kebaikan Habis maka Akan Disiksa

Rasulullahshallallahu 'alaihi wa sallambersabda, "Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham."(HR. Ibnu Majah)

4. Dihukumi Sebagai Pencuri dan Dihancurkan

Rasulullahshallallahu 'alaihi wa sallambersabda, "Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri."(HR. Ibnu Majah)

5. Dihancurkan oleh Allah

Rasulullahshallallahu 'alaihi wa sallambersabda "Barangsiapa yang mengambil harta manusia, dengan niat ingin menghancurkannya, maka Allah juga akan menghancurkan dirinya."(HR. Bukhari dan Ibnu Majah )

6. Masih Ada Hutang, Enggan Disholati

Dari Salamah bin Al Akwa'radhiyallahu 'anhu, beliau berkata:
Kami duduk di sisi Nabishallallahu 'alaihi wa sallam. Lalu didatangkanlah satu jenazah. Lalu beliau bertanya,"Apakah dia memiliki hutang?"Mereka (para sahabat) menjawab,"Tidak ada."Lalu beliau mengatakan,"Apakah dia meninggalkan sesuatu?"Lantas mereka (para sahabat) menjawab,"Tidak."Lalu beliaushallallahu 'alaihi wa sallammenyolati jenazah tersebut.

Kemudian didatangkanlah jenazah lainnya. Lalu para sahabat berkata,"Wahai Rasulullah shalatkanlah dia!"Lalu beliau bertanya,"Apakah dia memiliki hutang?"Mereka (para sahabat) menjawab,"Iya."Lalu beliau mengatakan,"Apakah dia meninggalkan sesuatu?"Lantas mereka (para sahabat) menjawab,"Ada, sebanyak 3 dinar."Lalu beliau mensholati jenazah tersebut.

Kemudian didatangkan lagi jenazah ketiga, lalu para sahabat berkata,"Shalatkanlah dia!"Beliau bertanya,"Apakah dia meningalkan sesuatu?"Mereka (para sahabat) menjawab,"Tidak ada."Lalu beliau bertanya,"Apakah dia memiliki hutang?"Mereka menjawab,"Ada tiga dinar."Beliau berkata,"Shalatkanlah sahabat kalian ini."Lantas Abu Qotadah berkata,"Wahai Rasulullah, shalatkanlah dia. Biar aku saja yang menanggung hutangnya." Kemudian beliau pun menyolatinya."(HR. Bukhari)
Bagi yang menghutangkan maka Islam juga memberikan panduan agar memberikan waktu tangguh bila yang berhutang kesulitan untuk membayarnya.

Allah berfirman yg artinya :

"Dan jika (orang berhutang itu) dalam kesulitan, maka berilah tenggang waktu sampai dia memperoleh kelapangan. Dan jika kamu menyedekahkan, itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui". (QS Al Baqarah : 280)

Pahala sangat besar bagi yang memberikan tangguh atau bahkan mengikhlaskannya.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda "Barangsiapa memberi tenggang waktu bagi orang yang berada dalam kesulitan untuk melunasi hutang atau bahkan membebaskan utangnya, maka dia akan mendapat naungan Allah." (HR. Muslim)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda "Barangsiapa memberi tenggang waktu pada orang yang berada dalam kesulitan, maka setiap hari sebelum batas waktu pelunasan, dia akan dinilai telah bersedekah. Jika utangnya belum bisa dilunasi lagi, lalu dia masih memberikan tenggang waktu setelah jatuh tempo, maka setiap harinya dia akan dinilai telah bersedekah dua kali lipat nilai piutangnya." (HR. Ahmad, Abu Ya'la, Ibnu Majah, Ath Thobroniy, Al Hakim, Al Baihaqi)

Semoga Allah memberikan kecukupan kepada kita agar tidak berhutang, tidak membiasakan hutang dan bila terpaksa berhutang maka semoga Allah menolong kita semua untuk membayarkan hutang tersebut sebelum kita meninggal. aamiin

ditulis oleh Ustad Herman Budianto



--
Posting dari kumpulan ebook gratis diGeneo-Ebook.core

Tidak ada komentar: